Pipa SCH 40, Pipa Andalan Industri dan Konstruksi

Mungkin selama ini, hanya mengenal kegunaan pipa untuk mengalirkan kebutuhan air rumah tangga saja. Padahal, kebutuhan pipa bukan hanya untuk kebutuhan rumah tangga saja, konstruksi dan industri juga membutuhkan pipa. Salah satu jenis pipa yang banyak digunakan adalah pipah besi sch 40. Selan mudah didapatkan, harga jual pipa besi sch 40 juga tergolong murah. 

Pipa yang satu ini memiliki sifat anti korosi dan tahan cuaca. Bahkan daya tahannya bisa bertahan hingga 10 tahun lamanya. Tak ayal kalau banyak diandalkan untuk kegiatan konstruksi dan industri. Kebanyakan jenis pipa ini digunakan untuk mengalirkan gas, air, minyak dan komponen lainnya. Untuk konstruksi lebih banyak digunakan untuk pondasi penyangga bangunan karena sifatnya yang kokoh. Walaupun begitu, juga dibutuhkan perawatan yang baik, terlebih dari kotoran dan karat. 

Desain pipa schedule 40

Pada dasarnya, pipa schedule memiliki dua jenis, yakni jenis seamless pipe dan pipa garis patrian pada bagian permukaannya. Untuk pipa seamless biasanya lebih mulus dan tipis. Sifatnya yang ringan inilahnya banyak yang menggunakan jenis pipa yang satu ini untuk pipa pengalir air dan pembuatan sepeda. Dibandingkan jenis seamless pipe, pipa dengan tambahan lapisan kebanyakan lebih kaku dan bobotnya juga berat. Maka lebih banyak digunakan untuk pabrik gas, penyaluran air dan listrik.

Untuk karakteristiknya berdasarkan masa produksi. Untuk kegunaan atau area bisa disesuaikan dengan diameter pipa. Diameter dari pipa besi sch 40 pun juga beragam, mulai dari 1/8 inch hingga 36 inch yang digunakan untuk mengalirkan gas. Elemen lainnya yang bisa disesuaikan adalah material pelapisnya, panjang dan finishing.

Pembuatan pipa schedule 40 

Untuk proses pembuatan dari pipa schedule 40 sendiri ada 3 tahapan, yakni pertambahan bijih, peleburan besi dan casting iron. Jadi bijih atau besi mentah menjadi bahan utama dalam memproduksi pipa schedule, biasanya bentuknya kental mineral besi yang dapat diektrasi. Untuk kualitasnya bergantung pada isian logam dari besi mentah tersebut. 

Proses selanjutnya adalah peleburan besi dari ekstrak besi merah atau bijih logam yang tadi. Peleburan dilakukan dengan memasukan pada tungku besar. Penggunaan tungku dilakukan untuk mengurangi kadar karbon dan pembersihan kotoran. Selain itu, hal ini dilakukan agar bisa menghasilkan karbon monoksional guna proses penghilangan oksigen dari bijih tersebut. Baru berikutnya logam sudah siap untuk tahapan terakhir.

Tahap terakhir adalah proses casting iron. Untuk proses yang satu ini menggunakan suhu pengecoran lebih rendah dibandingkan dari proses peleburan. Logam yang sudah dilebur akan berbentuk silinder dengan rongga di bagian tengah. Untuk membentuk ukuran, penusuk berbentuk peluru digunakan kemudian logam didorong melalui rongga tersebut.

Proses pembersihan pipa dilakukan menggunakan asam sulfat. Untuk proses finishing akan diberikan lapisan minyak sebagai pelindung. Barulah pipa besi sch 40 dipotong sesuai kebutuhan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *